Bismillaahirrahmaanirrahiim
Qur'an Surat Al An'aam / Surat ke 6 , ayat ke 68
Dan
apabila kamu
melihat orang-orang
memperolok-olokkan
ayat-ayat Kami ( Allah )
maka
tinggalkanlah
mereka
sehingga
mereka membicarakan
pembicaraan yang lain.
Dan
jika syaitan
menjadikan kamu
lupa (akan larangan ini),
maka
janganlah kamu
duduk bersama
orang-orang yang zalim itu
sesudah teringat
(akan larangan itu).
Qur'an Surat Al An'aam / Surat ke 6 , ayat ke 68
Kamis, 22 Desember 2011
Note68 : Jangan lupakan peringatan
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Qur'an Surat Al An'aam / Surat ke 6 , ayat ke 44
Maka
tatkala mereka
melupakan
peringatan
yang telah diberikan
kepada mereka,
Kamipun ( Allah )
membukakan
semua pintu-pintu
kesenangan
untuk mereka;
sehingga
apabila mereka bergembira
dengan apa
yang telah diberikan
kepada mereka,
Kami siksa mereka
dengan sekonyong-konyong,
maka ketika itu
mereka terdiam
berputus asa.
Qur'an Surat Al An'aam / Surat ke 6 , ayat ke 44
Qur'an Surat Al An'aam / Surat ke 6 , ayat ke 44
Maka
tatkala mereka
melupakan
peringatan
yang telah diberikan
kepada mereka,
Kamipun ( Allah )
membukakan
semua pintu-pintu
kesenangan
untuk mereka;
sehingga
apabila mereka bergembira
dengan apa
yang telah diberikan
kepada mereka,
Kami siksa mereka
dengan sekonyong-konyong,
maka ketika itu
mereka terdiam
berputus asa.
Qur'an Surat Al An'aam / Surat ke 6 , ayat ke 44
Rabu, 21 Desember 2011
Note67 : Kisah dari Rasul-Rasul untuk teguhkan hatimu
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Qur'an Surat HUD / Surat ke 11 , Ayat ke 120
Dan
semua kisah
dari rasul-rasul
Kami ceritakan kepadamu,
ialah kisah-kisah
yang dengannya
Kami teguhkan hatimu;
dan dalam surat ini
telah datang kepadamu
kebenaran serta pengajaran
dan peringatan
bagi orang-orang yang beriman.
Qur'an Surat HUD / Surat ke 11 , Ayat ke 120
Qur'an Surat HUD / Surat ke 11 , Ayat ke 120
Dan
semua kisah
dari rasul-rasul
Kami ceritakan kepadamu,
ialah kisah-kisah
yang dengannya
Kami teguhkan hatimu;
dan dalam surat ini
telah datang kepadamu
kebenaran serta pengajaran
dan peringatan
bagi orang-orang yang beriman.
Qur'an Surat HUD / Surat ke 11 , Ayat ke 120
Selasa, 20 Desember 2011
Note66 : Karun yang mengingkari nikmat Allah
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Qur'an Surat Al Qasas / Surat ke 28 , ayat ke 76 s/d ayat ke 84
Sesungguhnya
Karun adalah termasuk kaum Musa,
maka ia berlaku aniaya
terhadap mereka,
dan Kami
telah menganugerahkan kepadanya
perbendaharaan harta
yang kunci-kuncinya sungguh berat
dipikul oleh sejumlah orang
yang kuat-kuat.
(Ingatlah)
ketika kaumnya berkata kepadanya:
"Janganlah kamu terlalu bangga;
sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang terlalu membanggakan diri".
Dan carilah
pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat,
dan janganlah
kamu melupakan bahagianmu
dari (kenikmatan) duniawi
dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik,
kepadamu,
dan janganlah kamu berbuat kerusakan
di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan.
Karun berkata:
"Sesungguhnya
aku hanya diberi harta itu,
karena ilmu yang ada padaku".
Dan apakah ia tidak mengetahui,
bahwasanya Allah
sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya
yang lebih kuat daripadanya,
dan lebih banyak mengumpulkan harta?
Dan tidaklah perlu ditanya
kepada orang-orang yang berdosa itu,
tentang dosa-dosa mereka.
Maka
keluarlah Karun
kepada kaumnya
dalam kemegahannya.
Berkatalah orang-orang
yang menghendaki kehidupan dunia:
"Moga-moga
kiranya kita mempunyai
seperti apa yang telah diberikan
kepada Karun;
sesungguhnya
ia benar-benar mempunyai
keberuntungan yang besar".
Berkatalah
orang-orang yang dianugerahi ilmu:
"Kecelakaan yang besarlah bagimu,
pahala Allah adalah lebih baik
bagi orang-orang yang beriman
dan beramal saleh,
dan tidak diperoleh pahala itu,
kecuali
oleh orang-orang yang sabar".
Maka
Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya
ke dalam bumi.
Maka tidak ada baginya
suatu golonganpun yang menolongnya
terhadap azab Allah.
Dan tiadalah ia termasuk
orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
Dan jadilah
orang-orang yang kemarin
mencita-citakan kedudukan Karun itu,
berkata:
"Aduhai,
benarlah Allah melapangkan rezeki
bagi siapa yang Dia kehendaki
dari hamba-hambanya
dan menyempitkannya;
kalau Allah
tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita
benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula).
Aduhai benarlah,
tidak beruntung
orang-orang yang MENGINGKARI (nikmat Allah)".
Negeri akhirat itu,
Kami jadikan
untuk orang-orang
yang tidak ingin menyombongkan diri
dan ( Tidak ) berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Dan kesudahan (yang baik) itu
adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Barangsiapa
yang datang dengan (membawa) kebaikan,
maka baginya (pahala)
yang lebih baik
daripada kebaikannya itu;
dan barangsiapa
yang datang dengan (membawa) kejahatan,
maka tidaklah diberi pembalasan
kepada orang-orang
yang telah mengerjakan kejahatan itu,
melainkan (seimbang)
dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
Qur'an Surat Al Qasas / Surat ke 28 , ayat ke 76 s/d ayat ke 84
Qur'an Surat Al Qasas / Surat ke 28 , ayat ke 76 s/d ayat ke 84
Sesungguhnya
Karun adalah termasuk kaum Musa,
maka ia berlaku aniaya
terhadap mereka,
dan Kami
telah menganugerahkan kepadanya
perbendaharaan harta
yang kunci-kuncinya sungguh berat
dipikul oleh sejumlah orang
yang kuat-kuat.
(Ingatlah)
ketika kaumnya berkata kepadanya:
"Janganlah kamu terlalu bangga;
sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang terlalu membanggakan diri".
Dan carilah
pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat,
dan janganlah
kamu melupakan bahagianmu
dari (kenikmatan) duniawi
dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik,
kepadamu,
dan janganlah kamu berbuat kerusakan
di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan.
Karun berkata:
"Sesungguhnya
aku hanya diberi harta itu,
karena ilmu yang ada padaku".
Dan apakah ia tidak mengetahui,
bahwasanya Allah
sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya
yang lebih kuat daripadanya,
dan lebih banyak mengumpulkan harta?
Dan tidaklah perlu ditanya
kepada orang-orang yang berdosa itu,
tentang dosa-dosa mereka.
Maka
keluarlah Karun
kepada kaumnya
dalam kemegahannya.
Berkatalah orang-orang
yang menghendaki kehidupan dunia:
"Moga-moga
kiranya kita mempunyai
seperti apa yang telah diberikan
kepada Karun;
sesungguhnya
ia benar-benar mempunyai
keberuntungan yang besar".
Berkatalah
orang-orang yang dianugerahi ilmu:
"Kecelakaan yang besarlah bagimu,
pahala Allah adalah lebih baik
bagi orang-orang yang beriman
dan beramal saleh,
dan tidak diperoleh pahala itu,
kecuali
oleh orang-orang yang sabar".
Maka
Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya
ke dalam bumi.
Maka tidak ada baginya
suatu golonganpun yang menolongnya
terhadap azab Allah.
Dan tiadalah ia termasuk
orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
Dan jadilah
orang-orang yang kemarin
mencita-citakan kedudukan Karun itu,
berkata:
"Aduhai,
benarlah Allah melapangkan rezeki
bagi siapa yang Dia kehendaki
dari hamba-hambanya
dan menyempitkannya;
kalau Allah
tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita
benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula).
Aduhai benarlah,
tidak beruntung
orang-orang yang MENGINGKARI (nikmat Allah)".
Negeri akhirat itu,
Kami jadikan
untuk orang-orang
yang tidak ingin menyombongkan diri
dan ( Tidak ) berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Dan kesudahan (yang baik) itu
adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Barangsiapa
yang datang dengan (membawa) kebaikan,
maka baginya (pahala)
yang lebih baik
daripada kebaikannya itu;
dan barangsiapa
yang datang dengan (membawa) kejahatan,
maka tidaklah diberi pembalasan
kepada orang-orang
yang telah mengerjakan kejahatan itu,
melainkan (seimbang)
dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
Qur'an Surat Al Qasas / Surat ke 28 , ayat ke 76 s/d ayat ke 84
Note56 : Nabi Ibrahim Mencari Tuhannya
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Qur'an'an Surat Al An'am / Surat ke 6 , ayat ke 74 s/d 83
Dan (ingatlah)
di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar,
"Pantaskah kamu menjadikan
berhala-berhala
sebagai tuhan-tuhan?
Sesungguhnya
aku melihat kamu dan kaummu
dalam kesesatan yang nyata".
Dan demikianlah
Kami perlihatkan kepada Ibrahim
tanda-tanda keagungan (Kami )
(yang terdapat) di langit dan bumi
dan (Kami memperlihatkannya)
agar dia termasuk orang yang yakin.
( NABI IBRAHIM MENCARI TUHAN )
Ketika malam telah gelap,
dia melihat sebuah bintang
(lalu) dia berkata:
"Inilah Tuhanku",
tetapi tatkala bintang itu tenggelam
dia berkata:
"Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
Kemudian
tatkala dia melihat bulan terbit
dia berkata:
"Inilah Tuhanku".
Tetapi setelah bulan itu terbenam,
dia berkata:
"Sesungguhnya
jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku,
pastilah aku termasuk orang yang sesat".
Kemudian
tatkala ia melihat matahari terbit,
dia berkata:
"Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar".
Maka tatkala matahari itu terbenam,
dia berkata:
"Hai kaumku,
sesungguhnya aku berlepas diri
dari apa yang kamu persekutukan.
Sesungguhnya
aku menghadapkan diriku
kepada Rabb
yang menciptakan langit dan bumi,
dengan cenderung
kepada agama yang benar,
dan aku
bukanlah termasuk orang-orang
yang mempersekutukan Tuhan.
Dan dia dibantah oleh kaumnya.
Dia berkata:
"Apakah kamu hendak membantah tentang Allah,
padahal sesungguhnya
Allah telah memberi petunjuk kepadaku".
Dan aku tidak takut
kepada sembahan-sembahan
yang kamu persekutukan dengan Allah,
kecuali di kala Tuhanku
menghendaki sesuatu (dari) itu.
Pengetahuan Tuhanku
meliputi segala sesuatu.
Maka
apakah kamu tidak dapat
mengambil pelajaran (daripadanya)?"
Bagaimana aku ( Ibrahim ) takut
kepada sembahan-sembahan
yang kamu persekutukan (dengan Allah),
padahal kamu tidak mempersekutukan Allah
dengan sembahan-sembahan
yang Allah sendiri
tidak menurunkan hujjah kepadamu
untuk mempersekutukan-Nya.
Maka manakah
di antara dua golongan itu
yang lebih berhak memperoleh keamanan,
jika kamu mengetahui?
Orang-orang yang beriman
dan tidak mencampuradukkan iman mereka
dengan kezaliman (syirik),
mereka itulah yang mendapat keamanan
dan mereka itu adalah
orang-orang yang mendapat petunjuk.
Dan itulah hujjah Kami ( Allah )
yang Kami berikan kepada Ibrahim
untuk menghadapi kaumnya.
Kami ( Allah ) tinggikan
siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat.
Sesungguhnya Tuhanmu
Maha Bijaksana
lagi Maha Mengetahui.
Qur'an'an Surat Al An'am / Surat ke 6 , ayat ke 74 s/d ayat ke 83
Qur'an'an Surat Al An'am / Surat ke 6 , ayat ke 74 s/d 83
Dan (ingatlah)
di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar,
"Pantaskah kamu menjadikan
berhala-berhala
sebagai tuhan-tuhan?
Sesungguhnya
aku melihat kamu dan kaummu
dalam kesesatan yang nyata".
Dan demikianlah
Kami perlihatkan kepada Ibrahim
tanda-tanda keagungan (Kami )
(yang terdapat) di langit dan bumi
dan (Kami memperlihatkannya)
agar dia termasuk orang yang yakin.
( NABI IBRAHIM MENCARI TUHAN )
Ketika malam telah gelap,
dia melihat sebuah bintang
(lalu) dia berkata:
"Inilah Tuhanku",
tetapi tatkala bintang itu tenggelam
dia berkata:
"Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
Kemudian
tatkala dia melihat bulan terbit
dia berkata:
"Inilah Tuhanku".
Tetapi setelah bulan itu terbenam,
dia berkata:
"Sesungguhnya
jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku,
pastilah aku termasuk orang yang sesat".
Kemudian
tatkala ia melihat matahari terbit,
dia berkata:
"Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar".
Maka tatkala matahari itu terbenam,
dia berkata:
"Hai kaumku,
sesungguhnya aku berlepas diri
dari apa yang kamu persekutukan.
Sesungguhnya
aku menghadapkan diriku
kepada Rabb
yang menciptakan langit dan bumi,
dengan cenderung
kepada agama yang benar,
dan aku
bukanlah termasuk orang-orang
yang mempersekutukan Tuhan.
Dan dia dibantah oleh kaumnya.
Dia berkata:
"Apakah kamu hendak membantah tentang Allah,
padahal sesungguhnya
Allah telah memberi petunjuk kepadaku".
Dan aku tidak takut
kepada sembahan-sembahan
yang kamu persekutukan dengan Allah,
kecuali di kala Tuhanku
menghendaki sesuatu (dari) itu.
Pengetahuan Tuhanku
meliputi segala sesuatu.
Maka
apakah kamu tidak dapat
mengambil pelajaran (daripadanya)?"
Bagaimana aku ( Ibrahim ) takut
kepada sembahan-sembahan
yang kamu persekutukan (dengan Allah),
padahal kamu tidak mempersekutukan Allah
dengan sembahan-sembahan
yang Allah sendiri
tidak menurunkan hujjah kepadamu
untuk mempersekutukan-Nya.
Maka manakah
di antara dua golongan itu
yang lebih berhak memperoleh keamanan,
jika kamu mengetahui?
Orang-orang yang beriman
dan tidak mencampuradukkan iman mereka
dengan kezaliman (syirik),
mereka itulah yang mendapat keamanan
dan mereka itu adalah
orang-orang yang mendapat petunjuk.
Dan itulah hujjah Kami ( Allah )
yang Kami berikan kepada Ibrahim
untuk menghadapi kaumnya.
Kami ( Allah ) tinggikan
siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat.
Sesungguhnya Tuhanmu
Maha Bijaksana
lagi Maha Mengetahui.
Qur'an'an Surat Al An'am / Surat ke 6 , ayat ke 74 s/d ayat ke 83
Senin, 19 Desember 2011
Note65 : Ya Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat ....
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Qur'an Surat Al Baqarah / Surat ke 2 , ayat ke 200 & 201
. . Maka di antara manusia
ada orang yang berdoa :
"Ya Tuhan kami,
berilah kami
(kebaikan) di dunia",
dan
tiadalah
baginya
bahagian
(yang menyenangkan)
di akhirat.
Dan
di antara mereka
ada orang yang berdoa:
"Ya Tuhan kami,
berilah kami
kebaikan di dunia
dan kebaikan di akhirat
dan peliharalah kami
dari siksa neraka".
Mereka itulah
orang-orang
yang mendapat
bahagian
daripada
yang mereka usahakan;
dan Allah
sangat cepat
perhitungan-Nya.
Qur'an Surat Al Baqarah / Surat ke 2 , ayat ke 200 & 201
Qur'an Surat Al Baqarah / Surat ke 2 , ayat ke 200 & 201
. . Maka di antara manusia
ada orang yang berdoa :
"Ya Tuhan kami,
berilah kami
(kebaikan) di dunia",
dan
tiadalah
baginya
bahagian
(yang menyenangkan)
di akhirat.
Dan
di antara mereka
ada orang yang berdoa:
"Ya Tuhan kami,
berilah kami
kebaikan di dunia
dan kebaikan di akhirat
dan peliharalah kami
dari siksa neraka".
Mereka itulah
orang-orang
yang mendapat
bahagian
daripada
yang mereka usahakan;
dan Allah
sangat cepat
perhitungan-Nya.
Qur'an Surat Al Baqarah / Surat ke 2 , ayat ke 200 & 201
Note59 : Allah telah menetapkan atas diri-Nya Kasih Sayang untuk orang yang bertaubat dan mengadakan perbaikan
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Qur'an Surat Al An'am / Surat ke 6 , ayat ke 54
Apabila
orang-orang
yang beriman
kepada
ayat-ayat Kami itu
datang kepadamu,
maka
katakanlah:
"Salaamun 'Alaikum"
( Selamat Sejahtera untuk kamu )
Tuhanmu
telah menetapkan
atas diri-Nya
kasih sayang,
(yaitu)
bahwasanya
barang siapa
yang berbuat
kejahatan
di antara kamu
lantaran kejahilan ( kebodohan )
kemudian
ia bertaubat
setelah mengerjakannya
dan mengadakan perbaikan,
maka
sesungguhnya Allah
Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
Qur'an Surat Al An'am / Surat ke 6 , ayat ke 54
Qur'an Surat Al An'am / Surat ke 6 , ayat ke 54
Apabila
orang-orang
yang beriman
kepada
ayat-ayat Kami itu
datang kepadamu,
maka
katakanlah:
"Salaamun 'Alaikum"
( Selamat Sejahtera untuk kamu )
Tuhanmu
telah menetapkan
atas diri-Nya
kasih sayang,
(yaitu)
bahwasanya
barang siapa
yang berbuat
kejahatan
di antara kamu
lantaran kejahilan ( kebodohan )
kemudian
ia bertaubat
setelah mengerjakannya
dan mengadakan perbaikan,
maka
sesungguhnya Allah
Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
Qur'an Surat Al An'am / Surat ke 6 , ayat ke 54
Langganan:
Postingan (Atom)